Kembali
Tanya Jawab3-5, 5-7, 7-10, 10-13 tahun

Bagaimana ibu bisa hamil ? Bagaimana aku lahir?

Penjelasan hangat dan sederhana tentang bagaimana Allah menciptakan kita di dalam rahim ibu hingga lahir ke dunia.

Admin 0 9
#penciptaan#rahim#kebesaran Allah#bakti#ibu#namanamaAllah#SifatAllah#alkhalik#sangpencipta#mahapencipta

🕌 Pembukaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman yang hebat dan penuh rasa ingin tahu! Pernah tidak kamu melihat foto waktu kamu masih bayi? Atau mungkin kamu melihat perut Ibu yang sedang besar karena ada adik bayi di dalamnya? Wah, pasti kamu bertanya-tanya, "Dulu aku di dalam perut Ibu sedang apa ya? Dan bagaimana caranya aku bisa keluar?" Yuk, kita cari tahu rahasia hebat ini bersama-sama!

Jawaban Ringkas

Kamu bisa ada karena Allah Yang Maha Pencipta yaitu Al-Khaliq, Sang Pencipta yang paling hebat karena bisa membuat manusia dari hal yang sangat kecil. menumbuhkanmu dari sesuatu yang sangat kecil di dalam "kamar rahasia" di perut Ibu yang namanya rahim. Di sana, Allah menjagamu dengan sangat baik sampai kamu kuat dan siap untuk lahir melihat dunia.

Teman-teman tahu tidak? Di dalam perut Ibu, proses penciptaanmu itu sangat rapi lho. Allah menyebutkan dalam Al-Quran kalau kita berubah dari setetes air, lalu menjadi sesuatu yang menempel di dinding rahim, kemudian menjadi segumpal daging. Setelah itu, Allah membentuk tulang-tulang dan membungkusnya dengan otot yang kuat. Saat kamu sudah berumur 4 bulan di dalam perut, Allah mengutus Malaikat untuk meniupkan ruh, sehingga kamu mulai bisa bergerak-gerak. Hebat sekali ya cara Allah menciptakan kita!

Analogi Sederhana

Seperti Menanam Biji Bunga di Pot yang Ajaib

Isi: Bayangkan kamu menanam biji bunga yang sangat kecil di dalam tanah yang hangat. Meskipun bijinya tidak terlihat dari luar, di dalam tanah Allah memberinya air dan nutrisi sampai biji itu tumbuh punya daun dan bunga yang cantik. Nah, perut Ibu itu seperti pot ajaib yang dijaga Allah, tempat kamu tumbuh dari "biji" yang kecil menjadi anak yang sempurna sebelum akhirnya "mekar" keluar saat lahir.

Hikmah & Pelajaran

Dari cerita ini kita belajar tiga hal hebat: 1. Allah adalah Al-Khaliq, Sang Pencipta yang paling hebat karena bisa membuat manusia dari hal yang sangat kecil. 2. Ibu adalah pahlawan karena sudah menjaga kita di dalam perutnya dengan penuh rasa sabar dan lelah. 3. Kita semua adalah anak yang istimewa karena sudah dijaga oleh Allah bahkan sebelum kita lahir ke dunia.

🤲 Doa

Wujud rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT

وَقَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًـا تَرۡضٰٮهُ وَاَدۡخِلۡنِىۡ بِرَحۡمَتِكَ فِىۡ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيۡنَ‏

Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (Doa ini diucapkan Nabi Sulaiman a.s. sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat, ilmu, dan kekuasaan yang Allah berikan kepadanya serta orang tuanya)

Quran Surah An-Naml ayat 19

Catatan / Tips

Ayah dan Bunda bisa mengajak anak melihat foto hasil USG jika ada, atau mengajak anak mengelus perut Ibu (jika sedang hamil) sambil membisikkan doa. Jelaskan bahwa keberadaan mereka adalah hadiah dari Allah yang didapat melalui perjuangan luar biasa seorang Ibu, agar tumbuh rasa hormat dan kasih sayang di hati anak.

Dalil & Landasan

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Quran Surah Al-Mu'minun ayat 13

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.

Quran Surah Luqman ayat 14

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا، فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ‏.‏ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏‏.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud: Rasulullah, yang benar dan terpercaya, berkata, "(Perkara penciptaan) seorang manusia disusun dalam rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian ia menjadi segumpal darah selama periode yang sama, kemudian menjadi sepotong daging selama periode yang sama. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk menulis empat hal. Dia diperintahkan untuk menuliskan amal perbuatannya, rezekinya, (tanggal) kematiannya, dan apakah ia akan beruntung atau celaka (dalam agama). Kemudian ruh ditiupkan ke dalamnya. Maka, seorang di antara kalian mungkin beramal (kebaikan) hingga hanya ada satu hasta antara dia dan Surga, lalu apa yang telah ditulis untuknya menentukan perilakunya dan ia mulai melakukan (perbuatan) buruk yang menjadi ciri orang-orang (Api) Neraka. Dan demikian pula seorang di antara kalian mungkin beramal (kejahatan) hingga hanya ada satu hasta antara dia dan (Api) Neraka, lalu apa yang telah ditulis untuknya menentukan perilakunya, dan ia mulai melakukan perbuatan yang menjadi ciri orang-orang Surga."

Hadis Riwayat Bukhari No. 3208

🤲 Penutupan

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan betapa hebatnya perjalananmu dari dalam perut Ibu? Jangan lupa peluk Ibu dan ucapkan terima kasih ya hari ini! Sampai jumpa di cerita seru lainnya. Wallahu a'lam bishawab. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rating (0.0)